Rabu, 13 Desember 2017

Cinta yang akan selalu ku rindukan (Part 2)


bagaimana perasaanmu ketika seseorang yang selalu kau kagumi, seketika melamarmu,
mengajak untuk menyempurnakah setengah agama,
membina rumah tangga karna Allah swt
bagaimana perasaanmu ?

Sungguh, aku sulit untuk berkata
aku menangis,
aku takut mengambil sebuah keputusan
aku takut keputusan yang tergesa-gesa bukan didasari karna Allah swt
aku takut aku tak mencintainya, namun hanya sebatas mengaguminya
aku mengadu
aku mengadu dalam do'a kepada-Nya
berharap kemantapan dalam memilihnya

3 Desember 2017
beberapa jam aku menjawab pesan singkat yang sungguh bermakna itu,
"Jika sungguh engkau serius ingin membina rumah tangga bersamaku dengan keridhoannya, izinkan aku untuk mengadu pada Rabb yang memberikan pilihan terbaik untuk kita"

6 Desember 2017
Menetes air mata setiap kali teringat padanya
aku ingin mengatakan iya
namun hati tak begitu yakin untuk berkata
mengapa belum yakin layina (hatiku selalu berkata)
ia adalah sosok laki-laki baik yang taat agama
berakhlak sopan dan bertutur santun
menjaga hafalan Al-Qur'an karna Allah swt
seseorang yang sejak dulu kau kagumi
kurang apa lagi ?

Aku hanya berfikir bukan sekarang, bolehkah jika menunggu sebentar untuk ia menunaikan amanahnya (menyelesaikan hafalan), selama itu akupun akan berusaha menjaga dan menyempurnakan hafalanku.
agar kelak rumah tangga yang kita bagun, adalah rumah tangga yang dapat menciptakan generasi Al-Qur'an karena Allah swt, agar kelak kita akan masuk ke pintu surga yang sama. InsyaAllah

 sesegera aku menjawabnya
Aku : Assalamu'alaikum, afwan layina ingin menjawab tentang niat kakak
          kakak sesungguhnya layina senang dengan niat kakak yang baik, namun layina belum                          menemukan jawaban dari segala niat kakak,
          izinkan layina menyelesaikan amanah kedua orang tua, selama itu layina akan istikhoroh dan              berusaha lebih baik, selama itu layina harap kakak fokus menyelesaikan amanah haflan kakak,              sebelumnya maafkan layina. semoga Allah swt meridhai pilihan ini.

Dia  : ini jawaban yang sebenarnya kakak inginkan, kakaka salah juga karena telah mengungkapkan              perasaan disaat kita masih memiliki amanah yang belum diselesaikan, kakak hargai keputusan            layina. semoga urusan layina diberi kemudahan oleh Allah swt.

Bersambung-

Untuk hati kita

Semoga tetap tegar
Hati, dengarlahSebesar apa kita berharap, maka kita harus bersiap-siap untuk kecewa yang lebih besar
cinta tak pernah mengecewakan,namun harapan kitalah yang membuatkekecewaan pada apa yang kita rasa
Hati, dengarlahkita tak akan pernah puas dengan apa yang kita raih, bahkan untuk sebuahkeinginan yang sangat berharga,setelah kita mendapatkannya, sudah kan ? terasa biasa saja kan ?
Seperti cinta, jodoh, persahabatan dan yang terpaut dengan keingingan manusiawi kita, semuanya bersifat sementara
Hati, dengarlakBerusahalah untuk tidak berharap terlalu jauh kepada manusiadan segala apa yang ada di duniaCukup Allah, Allah dan Allah sajaharapan-harapan itu adakarena hanya Allah saja yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya
Semoga kita mendewasa dalam kebaikanBerbahagia dalam keikhlasan

(Nasehat darinya untuk kita)

Semoga Allah swt berikan yang terbaik untuk kita,
jika dia baik untukku dekatkanlah dengan caramu yang terbaik Ya Allah swt,
namun jika dia buka yang terbaik untukku jauhkanlah dengan cara yang terbaik ya Allah,
begitu sebaliknya..
ampunkanlah kami..
semoga kita selalu ikhlas menerima ketentuan-Nya



Minggu, 03 Desember 2017

Cinta yang akan selalu ku rindukan (Part 1)


Wanita itu jatuh cinta
wanita itu ingin jatuh cinta ketika saatnya tiba, 
wanita itu memohon kepada Rabb nya ketika ia mendekati wisuda,
karna wanita itu mengharap kehadiran seorang laki-laki ketika selempang dikenakannya
wanita itu mengira itu adalah kebahagiaan yang sebenarnya
wanita itu adalah aku,layina 

kisah ini berawal 2 tahun lalu, aku mengagumi seorang laki-laki yang selalu kusebutkan dan kuadukan dalam do'a, aku mengenalnya ketika ingin berkecimpung dalam suatu organisasi. 
beberapa hari setelah melihat sosoknya adalah pemimpin organisasi, tak kusadari dengan jelas bahwa aku mengaguminya, dan sering membicarakannya.. 
aku tak sanggung menundukkan hati dan pandangan, sesegera aku menyerah, hanya beberapa hari aku bergabung disana. cerita ini adalah cerita aku dan dia yang aku kagumi dalam diam.

2 tahun berlalu, 
aku lebih mengenalnya di sosial media (instagram), aku mengenalnya bahwa dia adalah kakak tingkat di satu perguruan tinggi, aku mengenalnya bahwa ia santun dalam bertutur kata, aku mengenalnya bahwa ia sopan  terhadap sesama, aku mengenalnya bahwa dia adalah laki-laki yang masih aku kagumi hingga 2 tahun berlalu, namun ketika tiba ia wisuda, aku menghiraukannya, aku berusaha menahan bisikan yang harus kukendalikan. aku berusaha menahan ego hati dan nafsuku karna aku bukan siapa-siapa di hadapannya.

5 Agustus 2017
awal ia memulai pembicaraan denganku, namun sekedar bercanda, bercomment status, mengajak bermain bersama teman-temanya. 
yang sempat terlupakan, kini kembali lg hadir 
kembali aku menceritakannya, kembali aku mengharapkannya,
selama itu aku terus memohon kepada Rabb yang mengatur segala jodoh manusia, sehingga berpasang-pasangan.
Dekatkanlah aku padanya dengan cara baik jika ia adalah jodohku yang selalu ku semogakan, namun jika bukan ia jauhkanlah kami dengan cara baik, agar kami dapat menerima ketentuan-Mu ya Rabb dengan ikhlas.

3 Desember 2017
Semoga Allah swt meridhai keputusan kita
Percakapan ini ketika aku sepulang menghadiri acara pernikahan teman di Purworejo, aku dengan sengaja mengupload foto bersama dengan teman-teman
dia : ekspresi pengen segera menyusul yaaa layina 
aku : hihi, benar.. benar..

aku mengira pembicaraan kita berakhir, namun ketika ia dengan segera memposting kata-kata 
(Duhai kekasih,
aku menitipkan kata ini untukmu, 
meski jauh, meski aku tak tau kau ada dimana sekarang ini..
Duhai kekasih, 
mari kita tunggu hari itu, 
hari dimana aku dan kamu menjadi kita)

Hatiku bergejolak, dengan rasa ke-pedeannya aku mengira itu adalah untukku
sesegera aku membalas kata-kata postingannya
aku : kakak juga caption-caption pengen segera mengusul :P
dia  : nyusul sama-sama yuuk
aku : yuuk..yuuk...
dia : layinaa ini kalo diajak nih ayuk-ayuk aja
aku : diajak kebaikan gak boleh nolak, tapi sama-sama tuukaan banyak maknanya
dia : kalo yang ini maknanua kakak ngajak irsa nikah 
ﺛﻼﺙ ﺟﺪﻫﻦ ﺟﺪ ﻭﻫﺰﻟﻬﻦ ﺟﺪ : ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ﻭﺍﻟﻄﻼﻕ ﻭﺍﻟﺮﺟﻌﺔ .
“Ada 3 hal yang seriusnya serius, dan bercandanya dianggap serius, yaitu : nikah, cerai, dan rujuk”.
(HR. Abu Dawud,  Tirmidzi, dan Ibnu Majah). 
      memang kalo bilangnya via chat gak keliatan serius, namun kakak siap kalo di suruh ketemu orang tua layina, kakak mulai suka sama layina, 
layina cukup tau smpai disini saja, selanjutnya biar nanti kakak ketemu langsung sama wali layina, Ehhh jangan-jangan layina udah ada calon yaa ? 

aku : .....................


-Bersambung