Minggu, 03 Desember 2017

Cinta yang akan selalu ku rindukan (Part 1)


Wanita itu jatuh cinta
wanita itu ingin jatuh cinta ketika saatnya tiba, 
wanita itu memohon kepada Rabb nya ketika ia mendekati wisuda,
karna wanita itu mengharap kehadiran seorang laki-laki ketika selempang dikenakannya
wanita itu mengira itu adalah kebahagiaan yang sebenarnya
wanita itu adalah aku,layina 

kisah ini berawal 2 tahun lalu, aku mengagumi seorang laki-laki yang selalu kusebutkan dan kuadukan dalam do'a, aku mengenalnya ketika ingin berkecimpung dalam suatu organisasi. 
beberapa hari setelah melihat sosoknya adalah pemimpin organisasi, tak kusadari dengan jelas bahwa aku mengaguminya, dan sering membicarakannya.. 
aku tak sanggung menundukkan hati dan pandangan, sesegera aku menyerah, hanya beberapa hari aku bergabung disana. cerita ini adalah cerita aku dan dia yang aku kagumi dalam diam.

2 tahun berlalu, 
aku lebih mengenalnya di sosial media (instagram), aku mengenalnya bahwa dia adalah kakak tingkat di satu perguruan tinggi, aku mengenalnya bahwa ia santun dalam bertutur kata, aku mengenalnya bahwa ia sopan  terhadap sesama, aku mengenalnya bahwa dia adalah laki-laki yang masih aku kagumi hingga 2 tahun berlalu, namun ketika tiba ia wisuda, aku menghiraukannya, aku berusaha menahan bisikan yang harus kukendalikan. aku berusaha menahan ego hati dan nafsuku karna aku bukan siapa-siapa di hadapannya.

5 Agustus 2017
awal ia memulai pembicaraan denganku, namun sekedar bercanda, bercomment status, mengajak bermain bersama teman-temanya. 
yang sempat terlupakan, kini kembali lg hadir 
kembali aku menceritakannya, kembali aku mengharapkannya,
selama itu aku terus memohon kepada Rabb yang mengatur segala jodoh manusia, sehingga berpasang-pasangan.
Dekatkanlah aku padanya dengan cara baik jika ia adalah jodohku yang selalu ku semogakan, namun jika bukan ia jauhkanlah kami dengan cara baik, agar kami dapat menerima ketentuan-Mu ya Rabb dengan ikhlas.

3 Desember 2017
Semoga Allah swt meridhai keputusan kita
Percakapan ini ketika aku sepulang menghadiri acara pernikahan teman di Purworejo, aku dengan sengaja mengupload foto bersama dengan teman-teman
dia : ekspresi pengen segera menyusul yaaa layina 
aku : hihi, benar.. benar..

aku mengira pembicaraan kita berakhir, namun ketika ia dengan segera memposting kata-kata 
(Duhai kekasih,
aku menitipkan kata ini untukmu, 
meski jauh, meski aku tak tau kau ada dimana sekarang ini..
Duhai kekasih, 
mari kita tunggu hari itu, 
hari dimana aku dan kamu menjadi kita)

Hatiku bergejolak, dengan rasa ke-pedeannya aku mengira itu adalah untukku
sesegera aku membalas kata-kata postingannya
aku : kakak juga caption-caption pengen segera mengusul :P
dia  : nyusul sama-sama yuuk
aku : yuuk..yuuk...
dia : layinaa ini kalo diajak nih ayuk-ayuk aja
aku : diajak kebaikan gak boleh nolak, tapi sama-sama tuukaan banyak maknanya
dia : kalo yang ini maknanua kakak ngajak irsa nikah 
ﺛﻼﺙ ﺟﺪﻫﻦ ﺟﺪ ﻭﻫﺰﻟﻬﻦ ﺟﺪ : ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ﻭﺍﻟﻄﻼﻕ ﻭﺍﻟﺮﺟﻌﺔ .
“Ada 3 hal yang seriusnya serius, dan bercandanya dianggap serius, yaitu : nikah, cerai, dan rujuk”.
(HR. Abu Dawud,  Tirmidzi, dan Ibnu Majah). 
      memang kalo bilangnya via chat gak keliatan serius, namun kakak siap kalo di suruh ketemu orang tua layina, kakak mulai suka sama layina, 
layina cukup tau smpai disini saja, selanjutnya biar nanti kakak ketemu langsung sama wali layina, Ehhh jangan-jangan layina udah ada calon yaa ? 

aku : .....................


-Bersambung 

Tidak ada komentar: