bagaimana perasaanmu ketika seseorang yang selalu kau kagumi, seketika melamarmu,
mengajak untuk menyempurnakah setengah agama,
membina rumah tangga karna Allah swt
bagaimana perasaanmu ?
Sungguh, aku sulit untuk berkata
aku menangis,
aku takut mengambil sebuah keputusan
aku takut keputusan yang tergesa-gesa bukan didasari karna Allah swt
aku takut aku tak mencintainya, namun hanya sebatas mengaguminya
aku mengadu
aku mengadu dalam do'a kepada-Nya
berharap kemantapan dalam memilihnya
3 Desember 2017
beberapa jam aku menjawab pesan singkat yang sungguh bermakna itu,
"Jika sungguh engkau serius ingin membina rumah tangga bersamaku dengan keridhoannya, izinkan aku untuk mengadu pada Rabb yang memberikan pilihan terbaik untuk kita"
6 Desember 2017
Menetes air mata setiap kali teringat padanya
aku ingin mengatakan iya
namun hati tak begitu yakin untuk berkata
mengapa belum yakin layina (hatiku selalu berkata)
ia adalah sosok laki-laki baik yang taat agama
berakhlak sopan dan bertutur santun
menjaga hafalan Al-Qur'an karna Allah swt
seseorang yang sejak dulu kau kagumi
kurang apa lagi ?
Aku hanya berfikir bukan sekarang, bolehkah jika menunggu sebentar untuk ia menunaikan amanahnya (menyelesaikan hafalan), selama itu akupun akan berusaha menjaga dan menyempurnakan hafalanku.
agar kelak rumah tangga yang kita bagun, adalah rumah tangga yang dapat menciptakan generasi Al-Qur'an karena Allah swt, agar kelak kita akan masuk ke pintu surga yang sama. InsyaAllah
sesegera aku menjawabnya
Aku : Assalamu'alaikum, afwan layina ingin menjawab tentang niat kakak
kakak sesungguhnya layina senang dengan niat kakak yang baik, namun layina belum menemukan jawaban dari segala niat kakak,
izinkan layina menyelesaikan amanah kedua orang tua, selama itu layina akan istikhoroh dan berusaha lebih baik, selama itu layina harap kakak fokus menyelesaikan amanah haflan kakak, sebelumnya maafkan layina. semoga Allah swt meridhai pilihan ini.
Dia : ini jawaban yang sebenarnya kakak inginkan, kakaka salah juga karena telah mengungkapkan perasaan disaat kita masih memiliki amanah yang belum diselesaikan, kakak hargai keputusan layina. semoga urusan layina diberi kemudahan oleh Allah swt.
Bersambung-
Untuk hati kita
Semoga tetap tegar
Hati, dengarlahSebesar apa kita berharap, maka kita harus bersiap-siap untuk kecewa yang lebih besar
cinta tak pernah mengecewakan,namun harapan kitalah yang membuatkekecewaan pada apa yang kita rasa
Hati, dengarlahkita tak akan pernah puas dengan apa yang kita raih, bahkan untuk sebuahkeinginan yang sangat berharga,setelah kita mendapatkannya, sudah kan ? terasa biasa saja kan ?
Seperti cinta, jodoh, persahabatan dan yang terpaut dengan keingingan manusiawi kita, semuanya bersifat sementara
Hati, dengarlakBerusahalah untuk tidak berharap terlalu jauh kepada manusiadan segala apa yang ada di duniaCukup Allah, Allah dan Allah sajaharapan-harapan itu adakarena hanya Allah saja yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya
Semoga kita mendewasa dalam kebaikanBerbahagia dalam keikhlasan
(Nasehat darinya untuk kita)
Semoga Allah swt berikan yang terbaik untuk kita,jika dia baik untukku dekatkanlah dengan caramu yang terbaik Ya Allah swt,
namun jika dia buka yang terbaik untukku jauhkanlah dengan cara yang terbaik ya Allah,
begitu sebaliknya..
ampunkanlah kami..
semoga kita selalu ikhlas menerima ketentuan-Nya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar